Mengenal Varietas Biji Kopi Arabika, Robusta, Dan Liberika

Sekarang kita akan menggali lebih dalam dan mengenal varietas biji kopi di dunia. Kita semua tahu bahwa ada dua biji kopi utama yang digunakan di seluruh belahan dunia. Keduanya ialah robusta dan arabika. Ternyata, masih ada lagi yang sedikit asing namun cukup populer di daerah tertentu. Biji kopi tersebut yaitu liberika. Sekarang mari kita lihat lebih dalam dari ketiganya.

Seperti yang kita sebutkan di atas, dari seluruh profil rasa dan pengalaman mencicipi kopi yang berbeda, ternyata hanya ada tiga spesies utama biji kopi yang diproduksi untuk penggunaan komersial.

mengenal varietas biji kopi

Arabika, yang paling umum mencuri perhatian. Banyak perusahaan di seluruh dunia memandang label “100% arabika” adalah sesuatu yang spesial.

Ada sesuatu yang bisa dikatakan untuk jenis robusta yang sederhana. Sesuatu yang menyelamatkan kopi ini dari ambang kepunahan. Mungkin saja menjadi kunci untuk masa depan yang berkelanjutan. Kopi ini memiliki reputasi yang tidak menguntungkan alias berkualitas rendah. Akan tetapi orang Italia tahu bahwa kopi robusta penting untuk secangkir espresso yang sempurna.

Adapun Liberica, yang hanya menyumbang 2% dari konsumsi kopi dunia. Namun menjadi permata yang menunggu untuk ditemukan. Dengan profil rasa yang khas, sebenarnya kopi ini berasal dari Asia Tenggara. Ini adalah kopi tiada tara yang benar-benar harus dicoba agar bisa dipahami. Meskipun mungkin perlu berburu, pecinta kopi sejati harus mencobanya jika mereka punya kesempatan.

Mengenal Varietas Biji Kopi Urutan Tiga Teratas

Kopi Arabika

Arabika identik dengan cikal bakalnya kopi. Spesies ini menyumbang 70% dari semua kopi yang dijual di seluruh dunia. Sebagian besar produsen kopi di seluruh dunia menjual arabika. Minimal arabika dicampur dengan spesies lain untuk menemukan rasa yang ideal.

Arabika dianggap sebagai spesies kopi pertama yang dibudidayakan secara aktif oleh petani. Terkadang kopinya disebut sebagai “kopi gunung”. Itu karena preferensinya untuk tumbuh dalam kondisi sejuk dan berada di ketinggian. Ketinggian dan suhu yang lebih dingin menyebabkan spesies ini membutuhkan waktu lebih lama untuk matang. Namun, hasilnya lebih banyak gula alami. Biji kopi ini juga mengarah ke rasa yang lebih ringan dan lebih manis.

Sebelum akhir tahun 1800-an, arabika adalah satu-satunya spesies kopi yang ditanam secara komersial. Namun, arabika sangat rentan terhadap penyakit karat daun kopi. Ketika penyakit ini pertama kali menjadi lazim pada akhir abad ke-19 dan memasuki abad ke-20, produsen mulai mencari spesies tanaman kopi yang lebih kuat dan tahan banting.

Di sinilah ditemukan kopi robusta yang memiliki kemampuan untuk melawan penyakit tersebut. Kualitas robusta yang tahan penyakit telah menyebabkan petani melakukan perkawinan silang dengan arabika. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan kopi dengan profil rasa yang dapat dinikmati serta memiliki daya tahan yang lebih baik.

Penggemar kopi memuji biji arabika karena rasa lembutnya yang frutiy dan seperti bunga. Kopi ini juga mudah untuk kita sruput. Profil rasa biji kopi yang bernuansa inilah menjadikannya sebagai biji kopi pilihan yang tak terbantahkan di seluruh dunia.

Kopi Robusta

Robusta, telah lama dianggap sebagai anak tiri yang jelek bagi arabika. Kopi ini dikatakan menyumbang sekitar 18% sampai 20% dari produksi kopi global. Robusta merupakan kopi yang memiliki lebih banyak crema, antioksidan, kafein, dan lebih nendang.

Spesies ini sebagian besar tumbuh di Vietnam. Tapi juga diproduksi di Indonesia, Afrika, India, dan Brasil. Kopi robusta juga sering disebut dengan nama yang berbeda seperti conilon.

Tanaman kopi ini disukai oleh banyak orang karena mudah tumbuh. Spesies yang menghasilkan tanaman dengan hasil tinggi dan memiliki kualitas tahan penyakit dan serangga. Sama seperti robusta.

Fakta Menarik: Kafein bertindak sebagai pertahanan alami terhadap hama. Dengan jumlah kafein dua kali lipat dari arabika, serangga tidak akan mendekatinya. Kafein juga menghasilkan kopi yang lebih kuat, tidak begitu asam, tapi juga lebih pahit.

Profil rasa robusta yang lebih keras, membuat orang menghindari penggunaannya dalam kopi spesial, kecuali pada espresso Italia. Faktanya, espresso Italia terbaik dibuat dari campuran biji arabika dan robusta. Espresso Italia murni juga sering menggunakan 100% robusta. Kopi tersebut dipilih karena memiliki crema yang sempurna di atasnya. Inilah minuman pagi yang tidak bisa datang dari arabika saja.

Dengan kekhawatiran yang terus berkembang tentang karat daun kopi dan keberlanjutan pertanian, sangat mungkin bahwa campuran dan hibrida robusta dan robusta-arabika akan terus tumbuh menonjol.

Mengenal Varietas Biji Kopi Liberika

Sebuah spesies kopi pusaka yang menawarkan rasa yang sama sekali berbeda dari dua pemain besar sebelumnya. Liberica adalah buah kopi besar yang memiliki aroma berasap, pedas, dan dark cokelat saat dipanggang dan diseduh. Pohon penghasil kopi itu sendiri dapat tumbuh hingga 20 meter. Tinggi yang jauh menjulang di atas rekan-rekannya.

Kopi liberika berasal dari Afrika Barat dan Tengah. Spesies ini diperkenalkan di Indonesia pada akhir abad ke-19 untuk menggantikan pohon arabika yang mati karena karat. Spesies ini sekarang tumbuh di Afrika, Amerika Selatan dan Asia Tenggara. Di mana produksinya telah membuatnya menjadi pengikut yang berdedikasi di Filipina, Indonesia, dan Malaysia.

Namun, sayangnya di Indonesia keberadaannya sudah dianggap punah. Negara kita lebih cenderung membudidayakan tanaman kopi robusta yang dinilai lebih menguntungkan.

Karena Liberica telah hampir punah di masa lalu dan tidak dibudidayakan secara luas, kopi tersebut adalah komoditas langka yang harganya mahal di California. Rasanya yang membara dan padat tidak cocok untuk semua selera, sehingga orang Filipina menamakannya “Kopi Manly”.

Metode pembuatan profil kopi saat ini berfokus pada di mana tanaman itu ditanam. Hal itu tentu saja mempengaruhi kopi yang kamu minum. Untungnya, hanya sedikit orang yang bertanya jenis biji kopi apa yang mereka minum. Meskipun di saat tertentu hal ini adalah sesuatu yang dapat membuat perbedaan besar.

Jadi sekarang setelah kamu mengenal varietas biji kopi dan perbedaannya, jenis kopi apa yang ada di cangkirmu pagi ini?